6/08/2017

Penyebab dan Gejala Akromegali Serta Cara Mengobatinya

Penyebab dan Gejala Akromegali Serta Cara Mengobatinya


Informasi lengkap mengenai akromegali mulai dari penyebab, gejala, dan solusi untuk mengobatinya bisa Anda dapatkan di blog ini. Semoga bisa bermanfaat.

Apa Itu Akromegali?


Penyebab dan Gejala Akromegali Serta Cara Mengobatinya - Akromegali sendiri adalah kondisi dimana Anda mengalami kelainan pada jumlah hormon pertumbuhan. Pertumbuhan yang berlebihan ini bisa menyebabkan pembesaran pada tulang dan termasuk perubahan pada kontur wajah.

Penyebab dan Gejala Akromegali Serta Cara Mengobatinya
Menurut informasi dari wikipedia, akromegali berkaitan dengan pertumbuhan kartilago tangan, kaki, hidung, rahang, dagu, dan tulang wajah.

Tidak hanya pada orang dewasa, akromegali juga bisa terjadi pada anak-anak. Anak dengan kondisi akromegali disebut dengan gigantisme, contohnya anak bisa tumbuh sampai 2 m.

Perlu Anda ketahui juga, jika akromegali ini termasuk kondisi yang harus mendapatkan penanganan secepat mungkin. Pasalnya, akromegali dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa seperi penyakit kardiovaskuler, gangguan tidur (sleep apnea), dan diabetes.

Penyebab Akromegali


Akromegali yang Anda derita disebabkan oleh produksi hormon pertumbuhan yang berlebihan. Kondisi ini bisa di picu oleh adanya tumor jinak pada pituari (kelenjar kecil yang terletak di dasar otak yang memproduksi banyak hormon). Bisa dikatakan, kebanyakan kasus di sebabkan oleh kondisi ini.

Pada sebagian kecil kasus akromegali lainnya disebabkan oleh tumor ganas pada organ tubuh seperti pankreas, adrenal, dan paru-paru.

Gejala Akromegali


Gejala paling umum dari akromegali ini adalah saat tulang pada tangan, kaki, kepala dan wajah Anda lebih besar dari tubuh Anda.

Di bawah ini ada beberapa gejala akromegali lainnya yang juga harus Anda waspadai kemunculannya. Seperti:

  • Keringat berlebih dan bau badan. Ini karena akromegali juga dapat membuat kelenjar keringat menjadi membesar
  • Ukuran lidah yang menjadi lebih besar
  • Penebalan pada kulit
  • Kulit juga menjadi kasar dan berminyak
  • Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
  • Lemah pada tangan dan kaki
  • Suara parau akibat terjadinya pembesaran pada sinus, pita suara dan jaringan lunak tenggorokan
  • Jerawat parah
  • Pembesaran pada organ tubuh Anda, seperti ginjal, hati, limpa, dan jantung
  • Impotensi pada pria
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur pada wanita
  • Hypothyroidism (kekurangan hormon tiroid)
  • Jarak antar gusi melebar
  • Alis dan rahang bawah menonjol

Pemeriksaan sedini mungkin sangat dianjurkan untuk Anda lakukan agar kondisi yang lebih parah dari akromegali bisa di cegah.

Solusi Pencegahan dan Cara Mengobati Akromegali Secara Alami


Untuk mencegah sekaligus mengobati penyakit akromegali yang Anda derita secara alami, kami sarankan Anda untuk menggunakan QnC jelly gamat sebagai solusinya.

Cara Mengobati Akromegali
Kode Pesan = JGB

QnC jelly gamat merupakan obat herbal kelas premium yang berkhasiat untuk mengobati berbagai jenis penyakit sampai tuntas, termasuk penyakit akromegali. Oleh karena itu, QnC jelly gamat adalah pilihan yang sangat tepat untuk Anda jadikan sebagai solusi cara mengobati akromegali secara alami tanpa menimbulkan efek samping.

Di bawah ini adalah komposisi dari QnC jelly gamat cara mengobati akromegali terbaik

  1. Teripang emas (100%)
  2. Sweetener stevia
  3. Air RO
  4. Essen natural
  5. Pengemulsi nabati
  6. Ekstrak buah dan sayur.

Komposisi QnC jelly gamat di atas sudah melalui pengujian secara ketat oleh para ahli di beberapa negara, terutama teripang emas yang menjadi bahan utamanya.

Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan juga diketahui bahwa di dalam QnC jelly gamat cara mengobati akromegali terbaik ini terdapat kandungan yang sangat lengkap sekali. Beberapa diantaranya adalah:

  • Protein
  • Kolagen
  • Mukopolisakarida
  • Glucosaminpglycans (GAGs)
  • Gamapeptide
  • Antiseptik alami
  • Asam amino
  • Omega 3, 6, dan omega 9
  • Vitamin A, B1, B2, B3
  • Mineral (Potassium, Fosfor, Kromium, Magnesium, Kalsium, Besi, Sodium)
  • Lektin
  • Chondroitin
  • Saponin

Kandungan-kandungan yang terdapat dalam obat herbal akromegali QnC jelly gamat di atas tidak hanya membantu mengatasi produksi hormon yang abnormal (dalam kasus ini terlalu banyak hormon yang dihasilkan), tapi juga bersifat anti-tumor dan anti-kanker.

Lektin, saponin, serta filinopsida A dan glikosa pada teripang emas mampu menghancurkan sel kanker dan tumor sampai ke akarnya. Caranya, senyawa tersebut mem-blok nutrisi untuk sel tumor dan kanker. Akibatnya, sel tumor dan kanker gagal berkembang.

Bahkan, Tong Y dari Divisi Farmakologi Antitumor (Chinese Academy of Sciences, Shanghai) sudah membuktikannya dengan menggunakan tikus percobaan. Penyuntikkan 2-10 mikroliter filinopsida A pada aorta tikus menyebakan set tumor tidak mendapat pasokan nutrisi sehingga urung berkembang dan mati.

Chondroitin, glucosamine, dan kolagen pada obat tradisional QnC jelly gamat ini juga sangat bagus untuk memperbaiki dan menjaga kesehatan tulang, otot, dan persendian Anda. Oleh karena itu, QnC jelly gamat menjadi pilihan terbaik sebagai cara mengobati akromegali yang Anda derita sampai tuntas.

Aturan Konsumsi : QnC jelly gamat diminum 2 kali sehari sebanyak 2 sendok makan (dewasa) dan 2 sendok teh (anak-anak).

PERHATIAN!! Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, bahkan sembuh total, dianjurkan untuk Anda melakukan terapi pengobatan akromegali dengan QnC jelly gamat MINIMAL SELAMA 1 BULAN dengan menghabiskan 4-6 botol.

TUNGGU APA LAGI?? AYO! PESAN SEKARANG JUGA QNC JELLY GAMATNYA!


Bagi Anda yang ingin mendapatkan khasiat dari QnC jelly gamat, pembelian bisa langsung dilakukan di blog ini. Caranya?

Caranya, Anda hanya perlu mengirimkan SMS pemesanan QnC jelly gamat dengan menggunakan FORMAT PESAN di bawah ini:


Ketik kode pesannya ⇨ JGB : JUMLAH PESANNYA : NAMA ANDA : ALAMAT ANDA YANG JELAS & LENGKAP : NO HP/TLP

KIRIMKAN KE ⇒ 0813.1305.6955 (SMS/WA)


Contoh untuk pemesanan 6 botol:

JGB : 6 botol : Nattan Harsono : Jl.Bukit Kenduri No.02 Rt.08/Rw.13 Kec.Badung Bali : 0873.xxx.xxx

Kirimkan Ke ⇒ 0813.1305.6955 (SMS/WA)

MOHON UNTUK DI INGAT!! Harap Anda untuk selalu MENCANTUMKAN kode pesan JGB dalam setiap SMS pemesanan Anda agar pesanan Anda bisa kami proses.

Harga QnC jelly gamat hanya Rp 155.000,- saja perbotolnya (belum termasuk ongkos kirim). DI SINI, DENGAN Rp 600.000,- ANDA BISA MENDAPATKAN 4 BOTOL QNC JELLY GAMAT.

Khusus untuk BAYAR SETELAH BARANG SAMPAI hanya berlaku untuk pemesanan dari daerah JABODETABEK saja dengan ketentuan maksimal pemesanan 2 botol.

Di luar area itu, pembayaran bisa setengahnya dulu (50%), dan pelunasannya bisa setelah paket Anda terima. Tidak usah khawatir! Ada REFUND (Uang Anda Kembali Jika Paket Tidak Sampai).

Penyebab dan Gejala Akromegali Serta Cara Mengobatinya
Terima kasih sudah menyimak artikel "Penyebab dan Gejala Akromegali Serta Cara Mengobatinya" di atas dan sudah membeli QnC jelly gamat di tempat kami. Semoga lekas sembuh (Amiin)

Salam Sehat

Posted By : Obat Epilepsi

Penyebab dan Gejala Akromegali Serta Cara Mengobatinya

5/16/2017

Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total

Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total? Mungkin, pertanyaan seperti ini sering menghinggapi para penerita epilepsi.

Nah, di sini, saya akan memberikan solusi untuk mengobati penyakit epilepsi yang Anda derita sampai tuntas dengan cara yang aman, efektif, dan bebas dari efek samping.

Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total?


Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total
Penyakit epilepsi sendiri merupakan salah satu penyakit yang berkaitan dengan syaraf dan otak. Dimana gejala khas dari penyakit ini adalah kejang, yang terkadang disertai keluarnya busa dari mulut, urine yang keluar secara tidak terkontrol, dan bahkan kehilangan kesadaran / pingsan.

Penyakit ini bisa menyerang siapapun, baik dewasa maupun anak-anak. Banyak yang mengatakan jika penyakit epilepsi tidak bisa disembuhkan secara total. Padahal, itu semua SALAH.

Anda harus tahu, jika penyakit epilepsi yang Anda atau anak Anda derita bisa sembuh. Bahkan, presentasenya mencapai 80%.

Pada seminar 'Mari Hapus Stigma Negatif Epilepsi' tahun 2011 lalu, Dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dari divisi saraf anak, Departemen Ilmu Penyakit Anak UI mengatakan, bahwa 70-80 persen epilepsi pada anak bisa sembuh dengan obat, cuma makan obatnya agak lama sedikit.

Jadi, intinya penyakit epilepsi bisa disembuhkan. Asalkan, Anda harus rajin dan rutin untuk mengkonsumsi obat-obatan yang di resepkan oleh dokter Anda.

Kalau konsumsi obat kimia dalam jangka panjang, bukankah bisa berdampak buruk kepada tubuh dan organ lainnya?


Memang benar, kebanyakan obat kimia yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama bisa memberikan efek samping negatif untuk tubuh. Tapi, Anda tidak perlu khawatir. Karena, sekarang sudah ada QNC JELLY GAMAT, obat herbal epilepsi terbaik yang aman untuk dikonsumsi semua usia dan tidak menimbulkan efek samping negatif meskipun dikonsumsi dalam waktu yang lama. 100% herbal alami.

Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total
Kode Produk = RJQ
QnC Jelly Gamat diproduksi khusus untuk mengobati berbagai jenis penyakit termasuk penyakit epilepsi sampai tuntas secara alami tanpa menimbulkan efek samping. Karena QnC jelly gamat dibuat dari bahan-bahan alami. Yakni:

  • 100% Teripang emas
  • Sweetener stevia
  • Air RO
  • Essen natural
  • Pengemulsi nabati
  • Ekstrak buah & sayur

Tidak perlu khawatir. Untuk keaslian dan keamanan produk, QnC jelly gamat ini dijamin HALAL dan sudah terdaftar dan mendapatkan ijin edar secara resmi dari departemen kesehatan RI dengan nomor register DEKES P-IRT No. 109321601291-1229. Untuk khasiat lebih lengkapnya, silakan KLIK ⇒ Obat Herbal Epilepsi

Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total?


Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total
Jadi, Anda penderita penyakit epilepsi tidak perlu takut dan khawatir. Karena, penyakit yang epilepsi yang Anda derita bisa di obati dan sembuh. Anda harus tahu dan percaya, jika Tuhan menurunkan suatu penyakit pasti bersama dengan obatnya dan bisa sembuh.

Dalam kitab Shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari nabi shallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda :

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَل لَهُ شِفَاءً

Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5678)

Jabir radhiallahu ‘anhu membawakan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَل

Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla.” (HR. Muslim no. 5705)

Intinya, Anda jangan pernah putus asa terhadap penyakit yang Anda derita. Sikap optimis dan pikiran positif akan memberikan Anda kelebihan dalam menghadapi penyakit yang Anda derita sampai sembuh.

_Salam Sehat_


Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total

1/31/2017

Berapa Besar Risiko Epilepsi Pada Anak Autis

Risiko Epilepsi Pada Anak Autis - Penyakit epilepsi sering dikaitkan dengan penderita autisme. Seberapa besarkan risiko penderita autis untuk menderita penyakit epilepsi?

Berapa Besar Risiko Epilepsi Pada Anak Autis?


Risiko Epilepsi Pada Anak Autis

Epilepsi adalah salah satu penyakit yang cukup ditakuti oleh penderitanya. Penyakit ini juga termasuk berbahaya, mengingat kejang yang bisa kambuh kapan saja dan di mana saja.

Apa hubungannya penyakit epilepsi dengan autisme?

Banyak sekali yang menghubungkan antara penyakit epilepsi dengan autisme. Jika memang begitu, seberapa besarkan risiko anak autis untuk menderita epilepsi?

Risiko Epilepsi Pada Anak Autis


Penyandang autisme memiliki risiko lebih besar untuk mengalami epilepsi dibandingkan dengan anak yang tidak autisme. Hal ini disampaikai juga oleh Dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dalam acara Expo Peduli Autisme 2010 lalu.

Dr Hardiono berkata "Sebanyak 40 persen anak penyandang autisme juga mengalami epilepsi, sedangkan risiko pada anak bukan autisme hanya sekitar 1-2 persen saja. Sebaliknya anak yang mengalami epilepsi tertentu sering disertai dengan gejala autisme".

Dr Hardiono menambahkan kejang adalah perubahan sementara dan tidak terkontrol dari kesadaran, perilaku, aktivitas motorik, sensasi atau fungsi otonomnya. Hal ini disebabkan oleh aktivitas listrik sel saraf di otak yang berlebihan. Jika kejang terjadi lebih dari 15 menit dianggap sebagai kejang lama, sedangkan jika berlangsung lebih dari 30 menit disebut sebagai status epileptikus.

Anak dengan beberapa keadaan khusus misalnya tuberous sclerosis, rubella congenital, sindrom Down, sindrom Landau Kleffner dan electrical status epilepticus during slow-sleep dapat mengalami autisme dan epilepsi secara bersama-sama.

Seorang anak yang mengalai kejang tanpa demam untuk pertama kalinya disebut sebagai first unprovoked seizure. Sebanyak 20 persen anak yang mengalami kejang ini akan mengalami kejang kembali. Jika sudah dua kali mengalami kejang tanpa sebab maka disebut sebagai epilepsi. Epilepsi bisa terlihat sebagai bangkitan kejang umum seluruh tubuh atau hanya satu sisi (parsial) tubuh saja.

"Pemeriksaan EEG tidak dilakukan secara rutin pada anak penyandang autisme. EEG hanya bermanfaat jika anak mengalami epilepsi atau kemunduran (regresi). Dan juga tidak ada bukti bahwa kelainan EEG tanpa kejang bisa memperburuk gejala autisme," tambahnya.

Suatu penelitian jangka panjang dilakukan terhadap 108 anak penyandang autisme, didapatkan pada usia 17-40 tahun sekitar 38 persennya mengalami epilepsi. Epilepsi lebih sering ditemui pada penyandang autisme yang disebabkan oleh penyebab medis jelas, serta kejang pertama paling sering terjadi saat usia 3-7 tahun.

"Serangan yang paling sering dialami oleh anak autis adalah absence, yaitu serangan bengong secara tiba-tiba dan terjadi belasan kali dalam sehari. Kondisi ini mudah untuk diobati," ujar dokter dari divisi saraf anak departemen ilmu kesehatan anak FKUI.

Dr Hardiono menuturkan anak autis banyak yang menunjukkan perilaku hiperaktif dan gangguan perilaku lainnya, maka tidak semua obat bisa digunakan untuk anak penyandang autis dan harus memperhatikan kemungkinan efek samping dari pengobatan yang diberikan. Karena beberapa obat sering menyebabkan anak bertambah hiperaktif dan masalah perilaku lainnya.

"Tapi satu hal yang penting untuk diingat adalah jangan sekali-kali menghentikan obat epilepsi secara mendadak atau sendiri, karena dapat menyebabkan kejang yang lebih hebat dan sulit untuk diatasi," tambahnya.

Sumber : https://health.detik.com/read/2010/04/17/160536/1340229/764/risiko-epilepsi-pada-anak-autis

Terima kasih banyak sudah membaca artikel "Berapa Besar Risiko Epilepsi Pada Anak Autis" di atas, semoga bisa bermanfaat untuk Anda semuanya.



1/09/2017

Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi

Anda sedang mencari referensi mengenai olahraga apa saja yang cocok dan diperbolehkan untuk penderita epilepsi? Jika memang begitu, maka, blog kami adalah situs yang tepat untuk Anda kunjungi.

Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi


Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi
Olahraga merupakan bagian dari gaya hidup sehat, dan gaya hidup sehat sangat penting untuk dijalankan oleh semua orang, pun demikian dengan Anda penderita epilepsi.

Memang, tidak semua jenis olahraga aman dan dapat dilakukan oleh penderita epilepsi, salah satunya adalah berenang. dr.Fitri Octaviana Sumantri, SpS(K), M.Pd.Ked., Neurolog dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan, berenang dapat membahayakan penderita epilepsi yang kejangnya belum terkontrol.

Selain berenang, bersepeda termasuk olaharaga lainnya yang harus dihindari oleh penderita epilepsi (ODE) yang belum terkontrol. Karena bisa membahayakan diri sendiri ketika kejang kambuh saat melakukan olahraga tersebut.

Lalu, Olahraga Apa Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi ?


Ada beberapa jenis olahraga ringan yang bisa penderita epilepsi lakukan, tapi, Anda perlu mengingat satu hal ini demi keselamatan Anda. Anda setidaknya harus di dampingi satu atau dua orang saat melakukan olahraga.

Tenis meja, yoga, badminton, basket, jalan kami, serta jogging di pagi hari bisa menjadi pilihan olahraga terbaik untuk Anda penderita epilepsi. Olahraga tersebut dapat dilakukan selama 20-30 menit sehari.

Bangkitan pada penderita epilepsi bisa terjadi kapan saja, dan dimana saja. Untuk informasi lengkap seputar gejala epilepsi, silahkan >>KLIK Gejala Epilepsi


Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi