1/31/2017

Berapa Besar Risiko Epilepsi Pada Anak Autis

Risiko Epilepsi Pada Anak Autis - Penyakit epilepsi sering dikaitkan dengan penderita autisme. Seberapa besarkan risiko penderita autis untuk menderita penyakit epilepsi?

Berapa Besar Risiko Epilepsi Pada Anak Autis?


Risiko Epilepsi Pada Anak Autis

Epilepsi adalah salah satu penyakit yang cukup ditakuti oleh penderitanya. Penyakit ini juga termasuk berbahaya, mengingat kejang yang bisa kambuh kapan saja dan di mana saja.

Apa hubungannya penyakit epilepsi dengan autisme?

Banyak sekali yang menghubungkan antara penyakit epilepsi dengan autisme. Jika memang begitu, seberapa besarkan risiko anak autis untuk menderita epilepsi?

Risiko Epilepsi Pada Anak Autis


Penyandang autisme memiliki risiko lebih besar untuk mengalami epilepsi dibandingkan dengan anak yang tidak autisme. Hal ini disampaikai juga oleh Dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dalam acara Expo Peduli Autisme 2010 lalu.

Dr Hardiono berkata "Sebanyak 40 persen anak penyandang autisme juga mengalami epilepsi, sedangkan risiko pada anak bukan autisme hanya sekitar 1-2 persen saja. Sebaliknya anak yang mengalami epilepsi tertentu sering disertai dengan gejala autisme".

Dr Hardiono menambahkan kejang adalah perubahan sementara dan tidak terkontrol dari kesadaran, perilaku, aktivitas motorik, sensasi atau fungsi otonomnya. Hal ini disebabkan oleh aktivitas listrik sel saraf di otak yang berlebihan. Jika kejang terjadi lebih dari 15 menit dianggap sebagai kejang lama, sedangkan jika berlangsung lebih dari 30 menit disebut sebagai status epileptikus.

Anak dengan beberapa keadaan khusus misalnya tuberous sclerosis, rubella congenital, sindrom Down, sindrom Landau Kleffner dan electrical status epilepticus during slow-sleep dapat mengalami autisme dan epilepsi secara bersama-sama.

Seorang anak yang mengalai kejang tanpa demam untuk pertama kalinya disebut sebagai first unprovoked seizure. Sebanyak 20 persen anak yang mengalami kejang ini akan mengalami kejang kembali. Jika sudah dua kali mengalami kejang tanpa sebab maka disebut sebagai epilepsi. Epilepsi bisa terlihat sebagai bangkitan kejang umum seluruh tubuh atau hanya satu sisi (parsial) tubuh saja.

"Pemeriksaan EEG tidak dilakukan secara rutin pada anak penyandang autisme. EEG hanya bermanfaat jika anak mengalami epilepsi atau kemunduran (regresi). Dan juga tidak ada bukti bahwa kelainan EEG tanpa kejang bisa memperburuk gejala autisme," tambahnya.

Suatu penelitian jangka panjang dilakukan terhadap 108 anak penyandang autisme, didapatkan pada usia 17-40 tahun sekitar 38 persennya mengalami epilepsi. Epilepsi lebih sering ditemui pada penyandang autisme yang disebabkan oleh penyebab medis jelas, serta kejang pertama paling sering terjadi saat usia 3-7 tahun.

"Serangan yang paling sering dialami oleh anak autis adalah absence, yaitu serangan bengong secara tiba-tiba dan terjadi belasan kali dalam sehari. Kondisi ini mudah untuk diobati," ujar dokter dari divisi saraf anak departemen ilmu kesehatan anak FKUI.

Dr Hardiono menuturkan anak autis banyak yang menunjukkan perilaku hiperaktif dan gangguan perilaku lainnya, maka tidak semua obat bisa digunakan untuk anak penyandang autis dan harus memperhatikan kemungkinan efek samping dari pengobatan yang diberikan. Karena beberapa obat sering menyebabkan anak bertambah hiperaktif dan masalah perilaku lainnya.

"Tapi satu hal yang penting untuk diingat adalah jangan sekali-kali menghentikan obat epilepsi secara mendadak atau sendiri, karena dapat menyebabkan kejang yang lebih hebat dan sulit untuk diatasi," tambahnya.

Sumber : https://health.detik.com/read/2010/04/17/160536/1340229/764/risiko-epilepsi-pada-anak-autis

Terima kasih banyak sudah membaca artikel "Berapa Besar Risiko Epilepsi Pada Anak Autis" di atas, semoga bisa bermanfaat untuk Anda semuanya.



1/09/2017

Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi

Anda sedang mencari referensi mengenai olahraga apa saja yang cocok dan diperbolehkan untuk penderita epilepsi? Jika memang begitu, maka, blog kami adalah situs yang tepat untuk Anda kunjungi.

Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi


Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi
Olahraga merupakan bagian dari gaya hidup sehat, dan gaya hidup sehat sangat penting untuk dijalankan oleh semua orang, pun demikian dengan Anda penderita epilepsi.

Memang, tidak semua jenis olahraga aman dan dapat dilakukan oleh penderita epilepsi, salah satunya adalah berenang. dr.Fitri Octaviana Sumantri, SpS(K), M.Pd.Ked., Neurolog dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan, berenang dapat membahayakan penderita epilepsi yang kejangnya belum terkontrol.

Selain berenang, bersepeda termasuk olaharaga lainnya yang harus dihindari oleh penderita epilepsi (ODE) yang belum terkontrol. Karena bisa membahayakan diri sendiri ketika kejang kambuh saat melakukan olahraga tersebut.

Lalu, Olahraga Apa Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi ?


Ada beberapa jenis olahraga ringan yang bisa penderita epilepsi lakukan, tapi, Anda perlu mengingat satu hal ini demi keselamatan Anda. Anda setidaknya harus di dampingi satu atau dua orang saat melakukan olahraga.

Tenis meja, yoga, badminton, basket, jalan kami, serta jogging di pagi hari bisa menjadi pilihan olahraga terbaik untuk Anda penderita epilepsi. Olahraga tersebut dapat dilakukan selama 20-30 menit sehari.

Bangkitan pada penderita epilepsi bisa terjadi kapan saja, dan dimana saja. Untuk informasi lengkap seputar gejala epilepsi, silahkan >>KLIK Gejala Epilepsi


Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi

12/26/2016

Cara Mencegah Kekambuhan Serangan Epilepsi

Cara Mencegah Kekambuhan Serangan Epilepsi - Serangan kejang merupakan gejala utama yang sering terjadi pada penderita epilepsi atau ayan.

Cara Mencegah Kekambuhan Serangan Epilepsi

Serangan ini bisa terjadi kapans aja dan dimana saja tanpa penderita sadari. Sebenarnya, frekuensi kekambuhan serangan epilepsi dapat di tekan. Pasalnya, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan frekuensi kekambuhan pada penderita epilepsi.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir terjadinya kekambuhan pada penderita epilepsi.

Cara Mencegah Kekambuhan Serangan Epilepsi


  • Cukup Tidur dan Istirahat
Yang pertama, penderita epilepsi tidak boleh terlalu capek secara fisik maupun batin. Cukup tidur dan istirahat sangat dianjurkan sekali untuk penderita epilepsi. Kurang tidur dapat membuat tubuh mudah lelah. Kelelahan pada tubuh ini dapat memicu terjadinya serangan kejang epilepsi.

  • Menghindari Stres
Sebisa mungkin, penderita epilepsi harus menghindari stres yang berlebihan. Kondisi ini akan sangat mempengaruhi kondisi penderita epilepsi dan memungkinkan terjadinya serangan kejang pada penderita epilepsi.

  • Menjaga Stabilitas Kadar Gula Darah
Menjaga stabilitas gula darah juga sangat penting untuk diperhatikan oleh penderita epilepsi. Gula darah yang terlalu tinggi atau gula darah yang terlalu rendah maupun gula darah yang naik turun dapat menjadi pemicu epilepsi.

Itulah beberapa cara mencegah kekambuhan serangan epilepsi yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Saat Anda memiliki niat dan keinginan untuk menjadi lebih sehat, maka Anda bisa melakukannya.

Cara Mencegah Kekambuhan Serangan Epilepsi


Selain beberapa cara di atas, melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, jogging atau yoga secara rutin setidaknya 5 kali dalam seminggu 30 menit per-sesi dapat membantu Anda menjaga kesehatan tubuh.

Mengkonsumsi makanan sehat juga sangat penting untuk Anda penderita epilepsi.


Semoga Bermanfaat - Salam Sehat

Cara Mencegah Kekambuhan Serangan Epilepsi

12/19/2016

Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman

Obat Herbal Epilepsi - Untuk obati penyakit epilepsi yang Anda derita sampai sembuh total, di butuhkan solusi pengobatan yang tepat. Jelly gamat QnC solusi yang tepat dan terpercaya untuk mengobati epilepsi Anda sampai tuntas.

Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman


Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman
Anda tidak perlu khawatir karena menderita penyakit epilepsi. Dengan melakukan pengobatan yang rutin dan teratur serta disiplin, maka penyakit epilepsi yang Anda atau anak Anda derita dapat di obati sampai sembuh.

Untuk mengobati epilepsi yang Anda derita secara alami tanpa efek samping dengan hasil yang lebih efektif, kami sarankan Anda untuk menggunakan obat herbal epilepsi jelly gamat QnC.

Khasiat dan keampuhan jelly gamat QnC dalam mengobati epilepsi sudah teruji secara klinis dan dibuktikan secara nyata.

Khasiat dan Manfaat Jelly Gamat QnC Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman


Khasiat serta manfaat dari jelly gamat QnC untuk mengobati penyakit epilepsi sudah tidak perlu diragukan lagi. Sudah banyak konsumen kami penderita epilepsi yang membuktikannya langsung. Dan salah satunya adalah:

Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman

Dengan penggunaan secara rutin dan teratur minimal selama 1 bulan dengan menghabiskan 4-6 botol, Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal untuk perubahan kesehatan Anda.

Obat herbal epilepsi jelly gamat QnC ini juga sangat AMAN untuk dikonsumsi oleh anak-anak usia batita dan ibu hamil.

Di dalam obat herbal epilepsi jelly gamat QnC ini terdapat kandungan yang sangat lengkap. Kandungan-kandungan tersebut sangat berperan aktif dalam proses pengobatan epilepsi yang Anda derita. Diantaranya:

CGF yang memiliki kemampuan untuk meregenerasi atau memperbaiki kerusakan yang terjadi pada sel dan saraf kepala penderita epilepsi.

Selain itu, terdapat Gamapeptide yang memiliki anti-inflamasi untuk mengobati infeksi dan peradangan. Kandungan lainnya seperti: Kolagen, protein, mukopolisakarida, GAGs, asam amino, mineral, antiseptik alami, serta omega 3, 6, dan omega 9 nya, secara sinergis berkhasiat untuk:

  1. Melancarkan aliran darah dan membersihkan arteri dari sumbatan / plak
  2. Menjaga stabilitas tekanan darah dan toleransi gula darah
  3. Meningkatkan vitalitas tubuh
  4. Mencegah penuaan dini (antiaging)
  5. Mengeluarkan racun dalam tubuh (antioksidan)
  6. Memperbaiki kualitas tidur
  7. Menjaga kesehatan jantung dan organ lainnya

Khasiat jelly gamat QnC untuk obati penyakit epilepsi dan penyakit lainnya ini juga sudah di uji selama bertaun-tahn oleh beberpa ahli. Seperti:

  • Tong Y dari Divisi Farmakologi Antitumor (Chinese Academy of Sciences, Shanghai)
  • Prof. Aleli Gana & Dr. Florinia Merca dari Fakultas Kimia, University of the Philippines
  • Prof.Rizwan Hashim dari Universitas Kebangsaan Malaysia
  • Ahli nutrisi Walter Kee Mun Yee alumnus Wisconsin University
  • Dr Mittchell Kurk dari Pusat Revitalisasi Biomedis, New York, Amerika Serikat
  • Hsi-Hsien Liu. Periset National Chung-Hsing University, Taiwan
  • Prof. Madya DR. Hassan Yaacob dan tim dari Universitas Kebangsaan Malaysia
  • Jaime Rodriguez dari Facultad de Quimica. Universidad de Santiago de Compostela, Spanyol
  • Dr.Ir.M. Ahkam Subroto, M.App.Sc., Periset dari Bioteknolog LIPI
  • dan periset lainnya.

Karena itulah, obat herbal epilepsi jelly gamat QnC menjadi rekomendasi terbaik kami sebagai solusi untuk mengobati penyakit epilepsi yang Anda derita sampai tuntas secara alami tanpa efek samping.

Bagi Anda yang berminat membeli jelly gamat QnC, silahkan langsung pesan di tempat kami. Karena jelly gamat QnC belum masuk apotik manapun dan hanya dijual melalui agen resminya saja.

Caranya, Anda hanya perlu mengirimkan SMS pemesanan dengan menggunakan FORMAT berikut:

Ketik Kode Pesannya → RJQ : Jumlah Pesan : Nama : Alamat Lengkap dan Jelas : No HP

Kirimkan Ke → 0853-2323-9418

Contoh ➡ RJQ : 5 : Nafis Hafid : Jl.Raya Sawargi Gg.Berkah Rt.01/02 Kec.Tawang – Tasikmalaya : 085.223.xxx.xxx

Mohon untuk selalu mencantumkan kode pesannya (RJQ) agar pesanan Anda bisa kami kirim.

Untuk wilayah Tasikmalaya Kota dan sekitarnya, pembayaran bisa di lakukan di tempat (COD). Pengiriman ke luar kota, kami menggunakan JNE.

Pembayaran di transferkan. Nomor rekening kami akan di infokan melalui SMS bersama dengan jumlah biaya yang harus dibayarkan setelah Anda mengirimkan SMS pemesanand engan FORMAT di atas.

Garansi 100% uang kembali atau ganti yang baru jika paket tidak sampai

Daftar Harga Resmi jelly Gamat QnC Beserta POTONGAN HARGA Menarik Yang Bisa Anda Dapatkan Jika Pesan Di Tempat Kami


Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman
Terima kasih untuk kepercayaan Anda. Semoga lekas sembuh


Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman

12/17/2016

Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi

Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi - Menjalankan pola hidup sehat dengan menjaga asupan makanan, merupakan salah satu yang harus dilakukan oleh penderita epilepsi.

Menjaga pantangan makanan bagi penderita epilepsi sama pentingnya dengan pengobatan yang sedang dilakukan.

Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi


Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi
Dari sekian banyak jenis makanan yang ada, terdapat beberapa makanan yang memang sebaiknya tidak dikonsumsi dulu oleh penderita epilepsi.

Hal ini dikarenakan jika makanan tersebut dikonsumsi oleh penderita epilepsi, dikhawatirkan dapat memicu kekambuhan epilepsi.

Selain kangkung dan tauge yang dapat menghambat kerja obat, penderita epilepsi juga tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi beberapa makanan berikut:

Daftar Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi


  • Pantangan makanan penyakit epilepsi yang pertama adalah kacang-kacangan atau biji-bijian. Di dalam makanan jenis tersebut terdapat kandungan glutamine yang dapat memicu kekambuhan pada penderita epilepsi.
  • Makanan tinggi karbohidrat dan lemak juga sebaiknya dihindari dulu. Jika memang tidak bisa, batasi jumlah asupan konsumsinya. Makanan tersebut diantaranya: Jeroan, oat, makanan cepat saji, telur, seafood, produk susu dan olahannya.
  • Pantangan makanan bagi penderita epilepsi selanjutnya adalah: Minuman beralkohol, minuman penambah energi, minuman berkarbonasi, snack, dan makanan lainnya yang mengandung bahan pengawet kimia. Termasuk makanan kalengan.

Itulah beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh penderita epilepsi selama masa penyembuhan. Disamping menjaga asupan makanan, kami sarankan Anda untuk cukup todur dan istirahat, serta jauhi depresi dan stres yang dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda.



Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi

12/16/2016

Penyakit Epilepsi Menular atau Tidak

Penyakit Epilepsi Menular atau Tidak - Banyak masyarakat yang enggan untuk menolong penderita epilepsi yang mengalami serangan kejang dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah takut menular. Tapi, apakah penyakit epilepsi ini bisa menular atau tidak? Mari kita cari tahu jawabannya.

Penyakit Epilepsi Menular atau Tidak ?


Penyakit Epilepsi Menular atau Tidak

dr. Suryani Gunadharma, SpS (K) dari RS Hasan Sadikin Bandung mengatakan, jika penyakit epilepsi BUKAN PENYAKIT MENULAR. Penyakit epilepsi adalah penyakit akibat gangguan pada saraf otak yang mengakibatkan serangan berupa kejang.

Pun demikian dengan liur yang keluar terus menerus pada penderita epilepsi yang sedang mengalami serangan tidak menjadi media penular.

Karena itu, Anda tidak perlu khawatir saat ingin menolong atau melakukan kontak fisik langsung dengan penderita epilepsi.

dr. Suryani juga menambahkan, jika epilepsi sebenarnya bukan penyakit turunan. Meskipun, pada beberapa kasus ada yang dipengaruhi oleh faktor genetik.

Apakah Penyakit Epilepsi Bisa Disembuhkan?

Masih menurun dr. Suryani, penyakit epilepsi dapat diobati dan sembuh dengan melakukan pengobatan secara rutin dan teratur dalam jangka waktu yang cukup lama. Anda juga harus menyertainya dengan pola hidup yang sehat termasuk dalam mengkonsumsi makanan dan olahraga.

Untuk meminimalisir serangan epilepsi, Anda sebaiknya cukup tidur, cukup istirahat, dan hindari depresi dan stres.


By : Epilepsi

Penyakit Epilepsi Menular atau Tidak

12/15/2016

Penyebab Penyakit Epilepsi

Pastikan Anda mengetahui apa saja yang menjadi faktor penyebab penyakit epilepsi pada anak-anak maupun orang dewasa. Dengan demikian, Anda bisa melakukan pencegahan sedini mungkin untuk mencegah kondisi yang lebih parah.

Berikut kami akan memberikan sedikit ulasan penyebab penyakit epilepsi untuk Anda.

Penyebab Penyakit Epilepsi


Penyebab Penyakit Epilepsi
Penyakit epilepsi sendiri merupakan salah satu penyakit yang berhubungan dengan gangguan pada saraf kepala dan memiliki gejala umum berupa serangan kejang.

Epilepsi ini terbagi menjadi dua jenis. Yaitu:

  • Epilepsi Idiopatik / Epilepsi Primer

Epilepsi idiopatik ini merupakan jenis terbanyak yang terjadi di dunia. Penyebab penyakit epilepsi jenis ini secara pastinya belum diketahui. Akan tetapi, beberapa ahli menduga jika epilepsi jenis ini juga ada kaitannya dengan faktor genetika yang diturunkan di dalam keluarga.

  • Epilepsi Simptomatik

Berbeda dengan epilepsi idiopatik yang penyebabnya tidak diketahui, penyebab epilepsi simptomatik ini dapat diketahui.

Dan berikut ini adalah beberapa kondisi atau faktor yang menjadi pemicu atau penyebab penyakit epilepsi simptomatik. Seperti:

  • Kecanduan alkohol
  • Pengguna obat-obatan terlarang
  • Memiliki cedera parah pada bagian kepala
  • Menderita penyakit meningitis dan ensefalitis (penyakit-penyakit infeksi otak)
  • Penyakit stroke dan tumor otak juga dapat memicu penyakit epilepsi
  • Kadar gula darah atau natrium yang tidak normal, serta
  • Kekurangan oksigen ketika dilahirkan (misalnya karena tercekik tali pusar), dan
  • Pertumbuhan beberapa bagian otak yang tidak berjalan dengan baik.


Mengingat kejang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja tanpa disadari, ada baiknya untuk Anda penderita epilepsi tidak bepergian seorang diri. Terlebih mengemudikan kendaraan sendiri. Hal ini dapat mencelakakan diri Anda sendiri dan juga orang lain.

Pastikan juga Anda cukup istirahat, cukup tidur, mengkonsumsi makanan-makanan sehat, rutin berolahraga, hindari stres, dan hindari melakukan aktifitas yang bisa membuat Anda kelelahan serta jangan terlalu lama berada dalam cuaca / udara dingin.

Salah Sehat