Tampilkan postingan dengan label Epilepsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Epilepsi. Tampilkan semua postingan

5/16/2017

Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total

Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total? Mungkin, pertanyaan seperti ini sering menghinggapi para penerita epilepsi.

Nah, di sini, saya akan memberikan solusi untuk mengobati penyakit epilepsi yang Anda derita sampai tuntas dengan cara yang aman, efektif, dan bebas dari efek samping.

Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total?


Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total
Penyakit epilepsi sendiri merupakan salah satu penyakit yang berkaitan dengan syaraf dan otak. Dimana gejala khas dari penyakit ini adalah kejang, yang terkadang disertai keluarnya busa dari mulut, urine yang keluar secara tidak terkontrol, dan bahkan kehilangan kesadaran / pingsan.

Penyakit ini bisa menyerang siapapun, baik dewasa maupun anak-anak. Banyak yang mengatakan jika penyakit epilepsi tidak bisa disembuhkan secara total. Padahal, itu semua SALAH.

Anda harus tahu, jika penyakit epilepsi yang Anda atau anak Anda derita bisa sembuh. Bahkan, presentasenya mencapai 80%.

Pada seminar 'Mari Hapus Stigma Negatif Epilepsi' tahun 2011 lalu, Dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dari divisi saraf anak, Departemen Ilmu Penyakit Anak UI mengatakan, bahwa 70-80 persen epilepsi pada anak bisa sembuh dengan obat, cuma makan obatnya agak lama sedikit.

Jadi, intinya penyakit epilepsi bisa disembuhkan. Asalkan, Anda harus rajin dan rutin untuk mengkonsumsi obat-obatan yang di resepkan oleh dokter Anda.

Kalau konsumsi obat kimia dalam jangka panjang, bukankah bisa berdampak buruk kepada tubuh dan organ lainnya?


Memang benar, kebanyakan obat kimia yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama bisa memberikan efek samping negatif untuk tubuh. Tapi, Anda tidak perlu khawatir. Karena, sekarang sudah ada QNC JELLY GAMAT, obat herbal epilepsi terbaik yang aman untuk dikonsumsi semua usia dan tidak menimbulkan efek samping negatif meskipun dikonsumsi dalam waktu yang lama. 100% herbal alami.

Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total
Kode Produk = RJQ
QnC Jelly Gamat diproduksi khusus untuk mengobati berbagai jenis penyakit termasuk penyakit epilepsi sampai tuntas secara alami tanpa menimbulkan efek samping. Karena QnC jelly gamat dibuat dari bahan-bahan alami. Yakni:

  • 100% Teripang emas
  • Sweetener stevia
  • Air RO
  • Essen natural
  • Pengemulsi nabati
  • Ekstrak buah & sayur

Tidak perlu khawatir. Untuk keaslian dan keamanan produk, QnC jelly gamat ini dijamin HALAL dan sudah terdaftar dan mendapatkan ijin edar secara resmi dari departemen kesehatan RI dengan nomor register DEKES P-IRT No. 109321601291-1229. Untuk khasiat lebih lengkapnya, silakan KLIK ⇒ Obat Herbal Epilepsi

Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total?


Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total
Jadi, Anda penderita penyakit epilepsi tidak perlu takut dan khawatir. Karena, penyakit yang epilepsi yang Anda derita bisa di obati dan sembuh. Anda harus tahu dan percaya, jika Tuhan menurunkan suatu penyakit pasti bersama dengan obatnya dan bisa sembuh.

Dalam kitab Shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari nabi shallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda :

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَل لَهُ شِفَاءً

Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5678)

Jabir radhiallahu ‘anhu membawakan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَل

Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla.” (HR. Muslim no. 5705)

Intinya, Anda jangan pernah putus asa terhadap penyakit yang Anda derita. Sikap optimis dan pikiran positif akan memberikan Anda kelebihan dalam menghadapi penyakit yang Anda derita sampai sembuh.

_Salam Sehat_


Apakah Epilepsi Pada Anak dan Dewasa Bisa Sembuh Total

1/31/2017

Berapa Besar Risiko Epilepsi Pada Anak Autis

Risiko Epilepsi Pada Anak Autis - Penyakit epilepsi sering dikaitkan dengan penderita autisme. Seberapa besarkan risiko penderita autis untuk menderita penyakit epilepsi?

Berapa Besar Risiko Epilepsi Pada Anak Autis?


Risiko Epilepsi Pada Anak Autis

Epilepsi adalah salah satu penyakit yang cukup ditakuti oleh penderitanya. Penyakit ini juga termasuk berbahaya, mengingat kejang yang bisa kambuh kapan saja dan di mana saja.

Apa hubungannya penyakit epilepsi dengan autisme?

Banyak sekali yang menghubungkan antara penyakit epilepsi dengan autisme. Jika memang begitu, seberapa besarkan risiko anak autis untuk menderita epilepsi?

Risiko Epilepsi Pada Anak Autis


Penyandang autisme memiliki risiko lebih besar untuk mengalami epilepsi dibandingkan dengan anak yang tidak autisme. Hal ini disampaikai juga oleh Dr Hardiono D Pusponegoro, SpA(K) dalam acara Expo Peduli Autisme 2010 lalu.

Dr Hardiono berkata "Sebanyak 40 persen anak penyandang autisme juga mengalami epilepsi, sedangkan risiko pada anak bukan autisme hanya sekitar 1-2 persen saja. Sebaliknya anak yang mengalami epilepsi tertentu sering disertai dengan gejala autisme".

Dr Hardiono menambahkan kejang adalah perubahan sementara dan tidak terkontrol dari kesadaran, perilaku, aktivitas motorik, sensasi atau fungsi otonomnya. Hal ini disebabkan oleh aktivitas listrik sel saraf di otak yang berlebihan. Jika kejang terjadi lebih dari 15 menit dianggap sebagai kejang lama, sedangkan jika berlangsung lebih dari 30 menit disebut sebagai status epileptikus.

Anak dengan beberapa keadaan khusus misalnya tuberous sclerosis, rubella congenital, sindrom Down, sindrom Landau Kleffner dan electrical status epilepticus during slow-sleep dapat mengalami autisme dan epilepsi secara bersama-sama.

Seorang anak yang mengalai kejang tanpa demam untuk pertama kalinya disebut sebagai first unprovoked seizure. Sebanyak 20 persen anak yang mengalami kejang ini akan mengalami kejang kembali. Jika sudah dua kali mengalami kejang tanpa sebab maka disebut sebagai epilepsi. Epilepsi bisa terlihat sebagai bangkitan kejang umum seluruh tubuh atau hanya satu sisi (parsial) tubuh saja.

"Pemeriksaan EEG tidak dilakukan secara rutin pada anak penyandang autisme. EEG hanya bermanfaat jika anak mengalami epilepsi atau kemunduran (regresi). Dan juga tidak ada bukti bahwa kelainan EEG tanpa kejang bisa memperburuk gejala autisme," tambahnya.

Suatu penelitian jangka panjang dilakukan terhadap 108 anak penyandang autisme, didapatkan pada usia 17-40 tahun sekitar 38 persennya mengalami epilepsi. Epilepsi lebih sering ditemui pada penyandang autisme yang disebabkan oleh penyebab medis jelas, serta kejang pertama paling sering terjadi saat usia 3-7 tahun.

"Serangan yang paling sering dialami oleh anak autis adalah absence, yaitu serangan bengong secara tiba-tiba dan terjadi belasan kali dalam sehari. Kondisi ini mudah untuk diobati," ujar dokter dari divisi saraf anak departemen ilmu kesehatan anak FKUI.

Dr Hardiono menuturkan anak autis banyak yang menunjukkan perilaku hiperaktif dan gangguan perilaku lainnya, maka tidak semua obat bisa digunakan untuk anak penyandang autis dan harus memperhatikan kemungkinan efek samping dari pengobatan yang diberikan. Karena beberapa obat sering menyebabkan anak bertambah hiperaktif dan masalah perilaku lainnya.

"Tapi satu hal yang penting untuk diingat adalah jangan sekali-kali menghentikan obat epilepsi secara mendadak atau sendiri, karena dapat menyebabkan kejang yang lebih hebat dan sulit untuk diatasi," tambahnya.

Sumber : https://health.detik.com/read/2010/04/17/160536/1340229/764/risiko-epilepsi-pada-anak-autis

Terima kasih banyak sudah membaca artikel "Berapa Besar Risiko Epilepsi Pada Anak Autis" di atas, semoga bisa bermanfaat untuk Anda semuanya.



1/09/2017

Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi

Anda sedang mencari referensi mengenai olahraga apa saja yang cocok dan diperbolehkan untuk penderita epilepsi? Jika memang begitu, maka, blog kami adalah situs yang tepat untuk Anda kunjungi.

Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi


Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi
Olahraga merupakan bagian dari gaya hidup sehat, dan gaya hidup sehat sangat penting untuk dijalankan oleh semua orang, pun demikian dengan Anda penderita epilepsi.

Memang, tidak semua jenis olahraga aman dan dapat dilakukan oleh penderita epilepsi, salah satunya adalah berenang. dr.Fitri Octaviana Sumantri, SpS(K), M.Pd.Ked., Neurolog dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan, berenang dapat membahayakan penderita epilepsi yang kejangnya belum terkontrol.

Selain berenang, bersepeda termasuk olaharaga lainnya yang harus dihindari oleh penderita epilepsi (ODE) yang belum terkontrol. Karena bisa membahayakan diri sendiri ketika kejang kambuh saat melakukan olahraga tersebut.

Lalu, Olahraga Apa Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi ?


Ada beberapa jenis olahraga ringan yang bisa penderita epilepsi lakukan, tapi, Anda perlu mengingat satu hal ini demi keselamatan Anda. Anda setidaknya harus di dampingi satu atau dua orang saat melakukan olahraga.

Tenis meja, yoga, badminton, basket, jalan kami, serta jogging di pagi hari bisa menjadi pilihan olahraga terbaik untuk Anda penderita epilepsi. Olahraga tersebut dapat dilakukan selama 20-30 menit sehari.

Bangkitan pada penderita epilepsi bisa terjadi kapan saja, dan dimana saja. Untuk informasi lengkap seputar gejala epilepsi, silahkan >>KLIK Gejala Epilepsi


Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Epilepsi

12/26/2016

Cara Mencegah Kekambuhan Serangan Epilepsi

Cara Mencegah Kekambuhan Serangan Epilepsi - Serangan kejang merupakan gejala utama yang sering terjadi pada penderita epilepsi atau ayan.

Cara Mencegah Kekambuhan Serangan Epilepsi

Serangan ini bisa terjadi kapans aja dan dimana saja tanpa penderita sadari. Sebenarnya, frekuensi kekambuhan serangan epilepsi dapat di tekan. Pasalnya, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan frekuensi kekambuhan pada penderita epilepsi.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir terjadinya kekambuhan pada penderita epilepsi.

Cara Mencegah Kekambuhan Serangan Epilepsi


  • Cukup Tidur dan Istirahat
Yang pertama, penderita epilepsi tidak boleh terlalu capek secara fisik maupun batin. Cukup tidur dan istirahat sangat dianjurkan sekali untuk penderita epilepsi. Kurang tidur dapat membuat tubuh mudah lelah. Kelelahan pada tubuh ini dapat memicu terjadinya serangan kejang epilepsi.

  • Menghindari Stres
Sebisa mungkin, penderita epilepsi harus menghindari stres yang berlebihan. Kondisi ini akan sangat mempengaruhi kondisi penderita epilepsi dan memungkinkan terjadinya serangan kejang pada penderita epilepsi.

  • Menjaga Stabilitas Kadar Gula Darah
Menjaga stabilitas gula darah juga sangat penting untuk diperhatikan oleh penderita epilepsi. Gula darah yang terlalu tinggi atau gula darah yang terlalu rendah maupun gula darah yang naik turun dapat menjadi pemicu epilepsi.

Itulah beberapa cara mencegah kekambuhan serangan epilepsi yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah. Saat Anda memiliki niat dan keinginan untuk menjadi lebih sehat, maka Anda bisa melakukannya.

Cara Mencegah Kekambuhan Serangan Epilepsi


Selain beberapa cara di atas, melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki, jogging atau yoga secara rutin setidaknya 5 kali dalam seminggu 30 menit per-sesi dapat membantu Anda menjaga kesehatan tubuh.

Mengkonsumsi makanan sehat juga sangat penting untuk Anda penderita epilepsi.


Semoga Bermanfaat - Salam Sehat

Cara Mencegah Kekambuhan Serangan Epilepsi

12/19/2016

Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman

Obat Herbal Epilepsi - Untuk obati penyakit epilepsi yang Anda derita sampai sembuh total, di butuhkan solusi pengobatan yang tepat. Jelly gamat QnC solusi yang tepat dan terpercaya untuk mengobati epilepsi Anda sampai tuntas.

Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman


Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman
Anda tidak perlu khawatir karena menderita penyakit epilepsi. Dengan melakukan pengobatan yang rutin dan teratur serta disiplin, maka penyakit epilepsi yang Anda atau anak Anda derita dapat di obati sampai sembuh.

Untuk mengobati epilepsi yang Anda derita secara alami tanpa efek samping dengan hasil yang lebih efektif, kami sarankan Anda untuk menggunakan obat herbal epilepsi jelly gamat QnC.

Khasiat dan keampuhan jelly gamat QnC dalam mengobati epilepsi sudah teruji secara klinis dan dibuktikan secara nyata.

Khasiat dan Manfaat Jelly Gamat QnC Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman


Khasiat serta manfaat dari jelly gamat QnC untuk mengobati penyakit epilepsi sudah tidak perlu diragukan lagi. Sudah banyak konsumen kami penderita epilepsi yang membuktikannya langsung. Dan salah satunya adalah:

Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman

Dengan penggunaan secara rutin dan teratur minimal selama 1 bulan dengan menghabiskan 4-6 botol, Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal untuk perubahan kesehatan Anda.

Obat herbal epilepsi jelly gamat QnC ini juga sangat AMAN untuk dikonsumsi oleh anak-anak usia batita dan ibu hamil.

Di dalam obat herbal epilepsi jelly gamat QnC ini terdapat kandungan yang sangat lengkap. Kandungan-kandungan tersebut sangat berperan aktif dalam proses pengobatan epilepsi yang Anda derita. Diantaranya:

CGF yang memiliki kemampuan untuk meregenerasi atau memperbaiki kerusakan yang terjadi pada sel dan saraf kepala penderita epilepsi.

Selain itu, terdapat Gamapeptide yang memiliki anti-inflamasi untuk mengobati infeksi dan peradangan. Kandungan lainnya seperti: Kolagen, protein, mukopolisakarida, GAGs, asam amino, mineral, antiseptik alami, serta omega 3, 6, dan omega 9 nya, secara sinergis berkhasiat untuk:

  1. Melancarkan aliran darah dan membersihkan arteri dari sumbatan / plak
  2. Menjaga stabilitas tekanan darah dan toleransi gula darah
  3. Meningkatkan vitalitas tubuh
  4. Mencegah penuaan dini (antiaging)
  5. Mengeluarkan racun dalam tubuh (antioksidan)
  6. Memperbaiki kualitas tidur
  7. Menjaga kesehatan jantung dan organ lainnya

Khasiat jelly gamat QnC untuk obati penyakit epilepsi dan penyakit lainnya ini juga sudah di uji selama bertaun-tahn oleh beberpa ahli. Seperti:

  • Tong Y dari Divisi Farmakologi Antitumor (Chinese Academy of Sciences, Shanghai)
  • Prof. Aleli Gana & Dr. Florinia Merca dari Fakultas Kimia, University of the Philippines
  • Prof.Rizwan Hashim dari Universitas Kebangsaan Malaysia
  • Ahli nutrisi Walter Kee Mun Yee alumnus Wisconsin University
  • Dr Mittchell Kurk dari Pusat Revitalisasi Biomedis, New York, Amerika Serikat
  • Hsi-Hsien Liu. Periset National Chung-Hsing University, Taiwan
  • Prof. Madya DR. Hassan Yaacob dan tim dari Universitas Kebangsaan Malaysia
  • Jaime Rodriguez dari Facultad de Quimica. Universidad de Santiago de Compostela, Spanyol
  • Dr.Ir.M. Ahkam Subroto, M.App.Sc., Periset dari Bioteknolog LIPI
  • dan periset lainnya.

Karena itulah, obat herbal epilepsi jelly gamat QnC menjadi rekomendasi terbaik kami sebagai solusi untuk mengobati penyakit epilepsi yang Anda derita sampai tuntas secara alami tanpa efek samping.

Bagi Anda yang berminat membeli jelly gamat QnC, silahkan langsung pesan di tempat kami. Karena jelly gamat QnC belum masuk apotik manapun dan hanya dijual melalui agen resminya saja.

Caranya, Anda hanya perlu mengirimkan SMS pemesanan dengan menggunakan FORMAT berikut:

Ketik Kode Pesannya → RJQ : Jumlah Pesan : Nama : Alamat Lengkap dan Jelas : No HP

Kirimkan Ke → 0853-2323-9418

Contoh ➡ RJQ : 5 : Nafis Hafid : Jl.Raya Sawargi Gg.Berkah Rt.01/02 Kec.Tawang – Tasikmalaya : 085.223.xxx.xxx

Mohon untuk selalu mencantumkan kode pesannya (RJQ) agar pesanan Anda bisa kami kirim.

Untuk wilayah Tasikmalaya Kota dan sekitarnya, pembayaran bisa di lakukan di tempat (COD). Pengiriman ke luar kota, kami menggunakan JNE.

Pembayaran di transferkan. Nomor rekening kami akan di infokan melalui SMS bersama dengan jumlah biaya yang harus dibayarkan setelah Anda mengirimkan SMS pemesanand engan FORMAT di atas.

Garansi 100% uang kembali atau ganti yang baru jika paket tidak sampai

Daftar Harga Resmi jelly Gamat QnC Beserta POTONGAN HARGA Menarik Yang Bisa Anda Dapatkan Jika Pesan Di Tempat Kami


Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman
Terima kasih untuk kepercayaan Anda. Semoga lekas sembuh


Obat Herbal Epilepsi Paling Ampuh dan Aman

12/17/2016

Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi

Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi - Menjalankan pola hidup sehat dengan menjaga asupan makanan, merupakan salah satu yang harus dilakukan oleh penderita epilepsi.

Menjaga pantangan makanan bagi penderita epilepsi sama pentingnya dengan pengobatan yang sedang dilakukan.

Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi


Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi
Dari sekian banyak jenis makanan yang ada, terdapat beberapa makanan yang memang sebaiknya tidak dikonsumsi dulu oleh penderita epilepsi.

Hal ini dikarenakan jika makanan tersebut dikonsumsi oleh penderita epilepsi, dikhawatirkan dapat memicu kekambuhan epilepsi.

Selain kangkung dan tauge yang dapat menghambat kerja obat, penderita epilepsi juga tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi beberapa makanan berikut:

Daftar Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi


  • Pantangan makanan penyakit epilepsi yang pertama adalah kacang-kacangan atau biji-bijian. Di dalam makanan jenis tersebut terdapat kandungan glutamine yang dapat memicu kekambuhan pada penderita epilepsi.
  • Makanan tinggi karbohidrat dan lemak juga sebaiknya dihindari dulu. Jika memang tidak bisa, batasi jumlah asupan konsumsinya. Makanan tersebut diantaranya: Jeroan, oat, makanan cepat saji, telur, seafood, produk susu dan olahannya.
  • Pantangan makanan bagi penderita epilepsi selanjutnya adalah: Minuman beralkohol, minuman penambah energi, minuman berkarbonasi, snack, dan makanan lainnya yang mengandung bahan pengawet kimia. Termasuk makanan kalengan.

Itulah beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh penderita epilepsi selama masa penyembuhan. Disamping menjaga asupan makanan, kami sarankan Anda untuk cukup todur dan istirahat, serta jauhi depresi dan stres yang dapat memperburuk kondisi kesehatan Anda.



Pantangan Makanan Bagi Penderita Epilepsi

12/16/2016

Penyakit Epilepsi Menular atau Tidak

Penyakit Epilepsi Menular atau Tidak - Banyak masyarakat yang enggan untuk menolong penderita epilepsi yang mengalami serangan kejang dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah takut menular. Tapi, apakah penyakit epilepsi ini bisa menular atau tidak? Mari kita cari tahu jawabannya.

Penyakit Epilepsi Menular atau Tidak ?


Penyakit Epilepsi Menular atau Tidak

dr. Suryani Gunadharma, SpS (K) dari RS Hasan Sadikin Bandung mengatakan, jika penyakit epilepsi BUKAN PENYAKIT MENULAR. Penyakit epilepsi adalah penyakit akibat gangguan pada saraf otak yang mengakibatkan serangan berupa kejang.

Pun demikian dengan liur yang keluar terus menerus pada penderita epilepsi yang sedang mengalami serangan tidak menjadi media penular.

Karena itu, Anda tidak perlu khawatir saat ingin menolong atau melakukan kontak fisik langsung dengan penderita epilepsi.

dr. Suryani juga menambahkan, jika epilepsi sebenarnya bukan penyakit turunan. Meskipun, pada beberapa kasus ada yang dipengaruhi oleh faktor genetik.

Apakah Penyakit Epilepsi Bisa Disembuhkan?

Masih menurun dr. Suryani, penyakit epilepsi dapat diobati dan sembuh dengan melakukan pengobatan secara rutin dan teratur dalam jangka waktu yang cukup lama. Anda juga harus menyertainya dengan pola hidup yang sehat termasuk dalam mengkonsumsi makanan dan olahraga.

Untuk meminimalisir serangan epilepsi, Anda sebaiknya cukup tidur, cukup istirahat, dan hindari depresi dan stres.


By : Epilepsi

Penyakit Epilepsi Menular atau Tidak

12/15/2016

Penyebab Penyakit Epilepsi

Pastikan Anda mengetahui apa saja yang menjadi faktor penyebab penyakit epilepsi pada anak-anak maupun orang dewasa. Dengan demikian, Anda bisa melakukan pencegahan sedini mungkin untuk mencegah kondisi yang lebih parah.

Berikut kami akan memberikan sedikit ulasan penyebab penyakit epilepsi untuk Anda.

Penyebab Penyakit Epilepsi


Penyebab Penyakit Epilepsi
Penyakit epilepsi sendiri merupakan salah satu penyakit yang berhubungan dengan gangguan pada saraf kepala dan memiliki gejala umum berupa serangan kejang.

Epilepsi ini terbagi menjadi dua jenis. Yaitu:

  • Epilepsi Idiopatik / Epilepsi Primer

Epilepsi idiopatik ini merupakan jenis terbanyak yang terjadi di dunia. Penyebab penyakit epilepsi jenis ini secara pastinya belum diketahui. Akan tetapi, beberapa ahli menduga jika epilepsi jenis ini juga ada kaitannya dengan faktor genetika yang diturunkan di dalam keluarga.

  • Epilepsi Simptomatik

Berbeda dengan epilepsi idiopatik yang penyebabnya tidak diketahui, penyebab epilepsi simptomatik ini dapat diketahui.

Dan berikut ini adalah beberapa kondisi atau faktor yang menjadi pemicu atau penyebab penyakit epilepsi simptomatik. Seperti:

  • Kecanduan alkohol
  • Pengguna obat-obatan terlarang
  • Memiliki cedera parah pada bagian kepala
  • Menderita penyakit meningitis dan ensefalitis (penyakit-penyakit infeksi otak)
  • Penyakit stroke dan tumor otak juga dapat memicu penyakit epilepsi
  • Kadar gula darah atau natrium yang tidak normal, serta
  • Kekurangan oksigen ketika dilahirkan (misalnya karena tercekik tali pusar), dan
  • Pertumbuhan beberapa bagian otak yang tidak berjalan dengan baik.


Mengingat kejang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja tanpa disadari, ada baiknya untuk Anda penderita epilepsi tidak bepergian seorang diri. Terlebih mengemudikan kendaraan sendiri. Hal ini dapat mencelakakan diri Anda sendiri dan juga orang lain.

Pastikan juga Anda cukup istirahat, cukup tidur, mengkonsumsi makanan-makanan sehat, rutin berolahraga, hindari stres, dan hindari melakukan aktifitas yang bisa membuat Anda kelelahan serta jangan terlalu lama berada dalam cuaca / udara dingin.

Salah Sehat

12/14/2016

Gejala Penyakit Epilepsi

Gejala Penyakit Epilepsi - Kejang-kejang yang terjadi secara berulang merupakan salah satu gejala utama yang sering terjadi pada penderita epilepsi.

Kejang yang terjadi pada pendeirta epilepsi dibagi menjadi dua jenis berdasarkan pada bagian otak mana yang mengalami gangguan pertama kali dan sudah sejauh apa gangguan tersebut terjadi. Kedua jenis kejang tersebut adalah kejang parsial dan kejang umum.

Gejala Penyakit Epilepsi

Gejala Penyakit Epilepsi


1. Kejang Parsial

Pada kejang jenis parsial ini, gangguan terjadi hanya pada sebagian otak saja. Contohnya, gangguan hanya terjadi pada otak yang mengatur fungsi gerakan tangan atau kaki saja, maka anggota tubuh itu saja yang akan mengalami kejang.

Selain itu, kejang parsial secara umum juga dapat mempengaruhi perubahan emosi penderita. Sperti merasa gembira atau takut secara tiba-tiba.

Kejang parsial yang terjadi pada penderita epilepsi ini dibagi lagi menjadi kejang parsial simpel dan kejang parsial kompleks.

  • Kejang Parsial Simpel

Pada kejang parsial simpel, gejala hanya berupa sentakan pada beberpa anggota tubuh, sensasi kesemutan, kilatan cahaya, dan juga pusing tanpa kehilangan kesadaran.

  • Kejang Parsial Kompleks

Sedangkan kejang parsial kompleks ikut mempengaruhi kesadaran penderitanya. Karenanya, penderita epilepsi terlihat seperti bingung atau setengah sadar selama beberapa saat.

Menelan, mengunyah, menggosok-gosokan tangaan, serta pandangan yang kosong menjadi ciri lain dari kejang parsial kompleks.

2. Kejang Umum

Jika pada kejang parsial hanya melibatkan sebagian otak saja, maka pada kejang umum melibatkan hampir semua bagian otak.

Kejang umum ini dibedakan menjadi beberapa kategori. Diantaranya:

  • Absence seizure (Kejang petit mal)

Kejang ini terjadi dalam waktu yang cukup singkat 10 sampai 20 detik. Kejang jenis ini lebih sering terjadi pada anak-anak ketimbang dewasa. Disertai dengan pandangan yang kosong dan hilangnya kesadaran sementara waktu.

  • Atonic seizures ( akinetik )

Kejang jenis ini biasanya berlangsung tidak lebih dari 15 detik. Dengan ciri: Kekauan atau lemasnya otot kaki, punggung, dan lengan, jatuh dan kehilangan kesadaran. Saat sadar, penderita bisa melanjutkan kembali aktivitasnya tanpa kebingungan.

  • Myoclonic seizure

Kejang ini adalah yang tersingkat. Kejang hanya berlangsung selama 1-2 detik saja. Kejang ini berlangsung pada sindrom epilepsi dengan karakteristik yang berbeda. Termasuk salah satunya sindrom Lennox-Gastaut.

  • Tonic seizures

Kejang jenis ini lebih sering terjadi saat penderita sedang tidur. Kejang ini selain melibatkan sebagian otak, juga dapat melibatkan semua bagian otak dan mempengaruhi kedua sisi tubuh. Umumnya, kejang ini berlangsung kurang dari 20 detik.

Dan Berikut Ciri Atau Gejala Penyakit Epilepsi Lainnya Yang Juga Harus Anda Waspadai


  • Mengeluarkan busa dari mulut saat kejang
  • Urine keluar secara tidak terkontrol (mengompol)
  • Saat kejang terjadi, penderita epilepsi juga terkadang mengeluarkan suara-suara atau berteriak
  • Otot tubuh menjadi rileks secara tiba-tiba dan menyebabkan penderita epilepsi jatuh tanpa kendali

Itulah beberapa gejala penyakit epilepsi pada anak maupun dewasa secara umum.

Gejala Penyakit Epilepsi